Kembali ke Daftar Bab Tafsir Jalalain
Tafsir Jalalain

Bab 87 — Al-A'la

Spasi Baris:
Ukuran Teks:

{ سبح اسم ربك } أي نزه ربك عما لا يليق به واسم زائد { الأعلى } صفة لربك { الذي خلق فسوى } مخلوقة جعله متناسب الأجزاء غير متفاوت { والذي قدر } ما شاء { فهدى } إلى ما قدره من خير وشر { والذي أخرج المرعى } أنبت العشب { فجعله } بعد الخضرة { غثاء } جافا هشيما { أحوى } أسود يابسا { سنقرئك } القرآن { فلا تنسى } ما تقرؤه { إلا ما شاء الله } أن تنساه بنسخ تلاوته وحكمه وكان صلى الله عليه و سلم يجهر بالقراءة مع قراءة جبريل خوف النسيان فكأنه قيل له : لا تعجل بها إنك لا تنسى فلا تتعب نفسك بالجهر بها { إنه } تعالى { يعلم الجهر } من القول والفعل { وما يخفى } منهما { ونيسرك لليسرى } للشريعة السهلة وهي الإسلام { فذكر } عظ بالقرآن { إن نفعت الذكرى } من تذكرة المذكور في سيذكر يعني وإن لم تنفع ونفعها لبعض وعدم النفع لبعض آخر { سيذكر } بها { من يخشى } يخاف الله تعالى كآية { فذكر بالقرآن من يخاف وعيد } { ويتجنبها } أي الذكرى أي يتركها جانبا لا يلتفت إليها { الأشقى } بمعنى الشقي أي الكافر { الذي يصلى النار الكبرى } هي نار الآخرة والصغرى نار الدنيا { ثم لا يموت فيها } فيستريح { ولا يحيا } حياة هنيئة { قد أفلح } فاز { من تزكى } تطهر بالإيمان { وذكر اسم ربه } مكبرا { فصلى } الصلوات الخمس وذلك من أمور الآخرة وكفار مكة معرضون عنها { بل تؤثرون } بالفوقانية والتحتانية { الحياة الدنيا } على الآخرة { والآخرة } المشتملة على الجنة { خير وأبقى } { إن هذا } إفلاح من تزكى وكون الأخرة خيرا { لفي الصحف الأولى } أي المنزلة قبل القرآن { صحف إبراهيم وموسى } وهي عشرة صحف لإبراهيم والتوراة لموسى

Terjemahan Bahasa Indonesia

tafsir jalalain terjemah indonesia Al-A'la Ayat 1-19 1. (Sucikanlah nama Rabbmu) maksudnya sucikanlah Dia dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya lafal Ismu adalah lafal Za'id (Yang Maha Tinggi) lafal Al-A'laa berkedudukan sebagai kata sifat bagi lafal Rabbika. 2. (Yang menciptakan lalu menyempurnakan) ciptaan-Nya, yakni Dia menjadikan makhluk-Nya itu seimbang semua bagian-bagiannya dan tidak pincang atau berbeda-beda. 3. (Dan Yang menentukan) apa yang dikehendaki-Nya (dan Yang memberi petunjuk) kepada apa yang telah ditentukan-Nya berupa amal kebaikan dan amal keburukan. 4. (Dan Yang mengeluarkan rumput-rumputan) atau Yang menumbuhkan rumput-rumputan. 5. (Lalu dijadikan-Nya) sesudah rumput-rumputan itu hijau (kering) yaitu menjadi layu dan kering (kehitam-hitaman) kehitam-hitaman karena kering. 6. (Kami akan membacakan kepadamu) Alquran (maka kamu tidak akan lupa) apa yang kamu bacakan itu. 7. (Kecuali kalau Allah menghendaki) kamu melupakannya karena bacaan dan hukumnya telah dinasakh. Sesungguhnya Nabi selalu mengeraskan suara bacaannya mengikuti bacaan malaikat Jibril karena takut lupa. Seolah-olah dikatakan kepadanya, janganlah kamu tergesa-gesa membacanya, karena sesungguhnya kamu tidak akan lupa, karena itu janganlah kamu merepotkan dirimu dengan mengeraskan suaramu sewaktu kamu membacakannya. (Sesungguhnya Dia) yakni Allah (mengetahui yang terang) maksudnya perkataan dan perbuatan yang terang-terangan (dan yang tersembunyi) dari keduanya. 8. (Dan Kami akan memudahkan kamu untuk menempuh jalan yang mudah) yakni syariat yang mudah, yaitu agama Islam. 9. (Oleh sebab itu berikanlah peringatan) dengan Alquran (karena peringatan itu bermanfaat) maksudnya memberikan peringatan dengan hal-hal yang telah disebutkan pada firman-Nya, "Sayadzdzakkaru," sekalipun peringatan itu tidak bermanfaat bagi sebagian di antara mereka, tetapi peringatan itu pasti bermanfaat bagi sebagian yang lainnya. 10. (Akan mendapat peringatan) dan pelajaran dari peringatan itu (orang yang takut) kepada Allah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain yaitu, firman-Nya, "Maka beri peringatanlah dengan Alquran orang yang takut kepada ancaman-Ku." (Q.S. Qaaf, 45) 11. (Akan menjauhinya) yakni peringatan itu akan ditinggalkan dan diabaikan begitu saja (orang yang celaka) yakni orang yang kafir. 12. (Yaitu orang yang akan memasuki api yang besar) yaitu api neraka; dan api dunia dinamakan api kecil. 13. (Kemudian dia tidak mati di dalamnya) hingga ia dapat beristirahat (dan tidak pula hidup) dengan kehidupan yang menyenangkan. 14. (Sesungguhnya beruntunglah) atau mendapat keberuntungan (orang yang membersihkan diri) dengan cara beriman. 15. (Dan dia ingat nama Rabbnya) seraya mengagungkan-Nya (lalu dia shalat) maksudnya, mengerjakan salat lima waktu, hal ini merupakan perkara akhirat; akan tetapi orang-orang kafir Mekah berpaling daripadanya. 16. (Tetapi kamu sekalian lebih memilih) dapat dibaca Tu'tsiruuna dan Yu'tsiruuna (kehidupan duniawi) daripada kehidupan ukhrawi. 17. (Sedangkan kehidupan akhirat) yang di dalamnya terdapat surga (adalah lebih baik dan lebih kekal.) 18. (Sesungguhnya ini) maksudnya keberuntungan orang-orang yang membersihkan dirinya dengan beriman dan bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik (benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu) yang diturunkan sebelum Alquran. 19. (Yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa) sepuluh shuhuf bagi Nabi Ibrahim, dan satu shuhuf bagi Nabi Musa, yaitu kitab Taurat.
« Bab 86 Bab 88 »