{ لا } زائدة في الموضعين { أقسم بيوم القيامة }
{ ولا أقسم بالنفس اللوامة } التي تلوم نفسها وإن اجتهدت في الإحسان وجواب القسم محذوف أي لتبعثن دل عليه :
{ أيحسب الإنسان } أي الكافر { ألن نجمع عظامه } للبعث والإحياء
{ بلى } نجمعها { قادرين } مع جمعها { على أن نسوي بنانه } وهو الأصابع أي نعيد عظامها كما كانت مع صغرها فكيف بالكبيرة
{ بل يريد الإنسان ليفجر } اللام زائدة ونصبه بأن مقدرة أي أن يكذب { أمامه } أي يوم القيامة دل عليه :
{ يسأل أيان } متى { يوم القيامة } سؤال استهزاء وتكذيب
{ فإذا برق البصر } بكسر الراء وفتحها دهش وتحير لما رأى مما كان يكذبه
{ وخسف القمر } أظلم وذهب ضوؤه
{ وجمع الشمس والقمر } فطلعا من المغرب أو ذهب ضؤوهما وذلك في يوم القيامة
{ يقول الإنسان يومئذ أين المفر } الفرار
{ كلا } ردع عن طلب الفرار { لا وزر } لا ملجأ يتحصن به
{ إلى ربك يومئذ المستقر } مستقر الخلائق فيحاسبون ويجازون
{ ينبأ الإنسان يومئذ بما قدم وأخر } بأول عمله وآخره
{ بل الإنسان على نفسه بصيرة } شاهد تنطق جوارحه بعمله والهاء للمبالغة فلا بد من جزائه
{ ولو ألقى معاذيره } جمع معذرة على غير قياس أي لو جاء بكل معذرة ما قبلت منه
قال تعالى لنبيه : { لا تحرك به } بالقرآن قبل قراغ جبريل منه { لسانك لتعجل به } خوف أن ينفلت منك
{ إن علينا جمعه } في صدرك { وقرآنه } قراءتك إياه أي جريانه على لسانك
{ فإذا قرأناه } عليك بقراءة جبريل { فاتبع قرآنه } استمع قراءته فكان صلى الله عليه و سلم يستمع ثم يقرؤه
{ ثم إن علينا بيانه } بالتفهيم لك والمناسبة بين هذه الآية وما قبلها أن تلك تضمنت الإعراض عن آيات الله وهذه تضمنت المبادرة إليها بحفظها
{ كلا } استفتاح بمعنى ألا { بل تحبون العاجلة } الدنيا بالياء والتاء في الفعلين
{ وتذرون الآخرة } فلا يعملون لها
{ وجوه يومئذ } أي في يوم القيامة { ناضرة } حسنة مضيئة
{ إلى ربها ناظرة } أي يرون الله سبحانه وتعالى في الآخرة
{ ووجوه يومئذ باسرة } كالحة شديدة العبوس
{ تظن } توقن { أن يفعل بها فاقرة } داهية عظيمة تكسر فقار الظهر
{ كلا } بمعنى ألا { إذا بلغت } النفس { التراقي } عظام الحلق
{ وقيل } قال من حوله { من راق } يرقيه ليشفى
{ وظن } أيقن من بلغت نفسه ذلك { أنه الفراق } فراق الدنيا
{ والتفت الساق بالساق } أي إحدى ساقيه بالأخرى عند الموت أو التفت شدة فراق الدنيا بشدة إقبال الآخرة
{ إلى ربك يومئذ المساق } أي السوق وهذا يدل على العامل في إذا والمعنى إذا بلغت النفس الحلقوم تساق إلى حكم ربها
{ فلا صدق } الإنسان { ولا صلى } أي لم يصدق ولم يصل
{ ولكن كذب } بالقرآن { وتولى } عن الإيمان
{ ثم ذهب إلى أهله يتمطى } يتبختر في مشيته إعجابا
{ أولى لك } فيه التفات عن الغيبة والكلمة اسم فعل واللام للتبيين أي وليك ما تكره { فأولى } أي فهو أولى بك من غيرك
{ ثم أولى لك فأولى } تأكيد
{ أيحسب } يظن { الإنسان أن يترك سدى } هملا لا يكلف بالشرائع لا يحسب ذلك
{ ألم يك } أي كان { نطفة من مني يمنى } بالياء والتاء تصب في الرحم
{ ثم كان } المني { علقة فخلق } الله منها الإنسان { فسوى } عدل أعضاءه
{ فجعل منه } من المني الذي صار علقة قطعة دم أو مضغة أي قطعة لحم { الزوجين } النوعين { الذكر والأنثى } يجتمعان تارة وينفرد كل منهما عن ألاخر تارة
{ أليس ذلك } الفعال لهذه الأشياء { بقادر على أن يحيي الموتى } قال صلى الله عليه و سلم : بلى
Terjemahan Bahasa Indonesia
tafsir jalalain terjemah indonesia
Al-Qiyamah Ayat 1-40
1. (Aku bersumpah dengan hari kiamat) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah
2. (Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali) dirinya sendiri sekalipun ia berupaya sekuat tenaga di dalam kebaikan. Jawab Qasam tidak disebutkan; lengkapnya, Aku bersumpah dengan nama hari kiamat dan dengan nama jiwa yang banyak mencela, bahwa niscaya jiwa itu pasti akan dibangkitkan. Pengertian Jawab ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:
3. (Apakah manusia mengira) yakni, orang kafir (bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang belulangnya) untuk dibangkitkan menjadi hidup kembali.
4. (Bukan demikian) Kami akan mengumpulkannya kembali (Kami kuasa) di samping mengumpulkan kembali tulang-tulangnya itu (menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna) artinya, Kami dapat mengembalikan tulang jari-jemari itu sekalipun bentuknya kecil, maka terlebih lagi tulang-tulang lainnya yang lebih besar daripadanya.
5. (Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya. Yakni dia selalu berbuat dusta (di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat. Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:
6. (Ia bertanya, "Bilakah) Kapan (hari kiamat itu?") pertanyaannya itu mengandung nada mengejek dan mendustakannya.
7. (Maka apabila mata terbelalak) dapat dibaca Bariqa dan Baraqa, artinya kaget dan bimbang setelah ia melihat apa yang dahulu selalu ia dustakan.
8. (Dan apabila bulan telah hilang cahayanya) yakni menjadi gelap dan lenyap sinarnya.
9. (Dan matahari dan bulan dikumpulkan) maka kedua-duanya terbit dari arah barat; atau kedua-duanya telah hilang sinarnya, yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.
10. (Pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?")
11. (Sekali-kali tidak) lafal ini menunjukkan kata tolakan terhadap pencarian jalan lari. (Tidak ada tempat berlindung) tidak ada tempat mengungsi yang dapat dijadikan perlindungan baginya.
12. (Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali) bagi semua makhluk, lalu mereka dihisab dan menerima pembalasan.
13. (Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya) yaitu semua amal perbuatannya dari mulai awal hingga akhir, diberitakan kepadanya.
14. (Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri) yakni semua anggota tubuhnya memberikan kesaksian terhadap semua amal perbuatannya, sehingga ia tidak dapat mengingkarinya lagi. Huruf Ha yang ada pada lafal Bashiirah menunjukkan makna Mubalaghah.
15. (Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya) lafal Ma'aadziir bentuk jamak dari lafal Ma'dzirah, akan tetapi tidak menurut cara yang beraturan. Makna ayat, seandainya dia mengemukakan semua alasannya, niscaya alasan-alasannya itu tidak akan diterima. Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
16. (Janganlah kamu gerakkan untuk membacanya) membaca Alquran, sebelum malaikat Jibril selesai daripadanya (lisanmu karena hendak cepat-cepat menguasainya) karena kamu merasa khawatir bacaannya tidak dapat kamu kuasai.
17. (Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya) di dadamu, maksudnya membuat kamu dapat menghafalnya (dan bacaannya) yakni membuatmu pandai membacanya; atau membuat mudah dibaca olehmu.
18. (Apabila Kami telah selesai membacakannya) kepada kamu melalui bacaan malaikat Jibril (maka ikutilah bacaannya itu) artinya, dengarlah dengan seksama bacaan Jibril kepadamu terlebih dahulu. Sesungguhnya Nabi saw. setelah itu mendengarkannya terlebih dahulu dengan seksama, kemudian membacanya.
19. (Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya) dengan memberikan pemahaman mengenainya kepadamu. Kaitan atau hubungan korelasi antara ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya ialah bahwasanya ayat-ayat sebelumnya itu mengandung makna berpaling dari ayat-ayat Allah. Sedangkan pada ayat ini terkandung pengertian bersegera menguasai ayat-ayat Allah dengan cara menghafalnya.
20. (Sekali-kali jangan) lafal Kallaa menunjukkan makna Istiftah, yakni ingatlah (sebenarnya kalian mencintai kehidupan dunia) dapat dibaca Tuhibbuuna dan Yuhibbuuna, kalau dibaca Yuhibbuuna artinya, mereka mencintai kehidupan dunia.
21. (Dan meninggalkan kehidupan akhirat) karena itu mereka tidak beramal untuk menyambut hari akhirat.
22. (Wajah-wajah pada hari itu) pada hari kiamat (ada yang berseri-seri) tampak cerah dan bercahaya.
23. (Kepada Rabbnyalah mereka melihat) mereka akan melihat Allah di akhirat.
24. (Dan wajah-wajah pada hari itu ada yang muram) tampak gelap dan sangat muram.
25. (Mereka yakin) merasa yakin (bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat) bencana yang sangat besar, yang dapat meremukkan tulang-tulang punggung.
26. (Sekali-kali jangan) bermakna Alaa, yakni ingatlah. (Apabila telah sampai) napas (pada tenggorokan) atau kerongkongan.
27. (Dan dikatakan) kepadanya oleh yang ada di sekitarnya: ("Siapakah yang dapat mengobati?") hingga sembuh.
28. (Dan dia yakin) yakni orang yang napasnya telah sampai di tenggorokan itu merasa yakin akan hal tersebut (bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan) yaitu meninggalkan dunia.
29. (Dan bertaut betis dengan betis) betis kanan dan betis kirinya bertaut ketika ia mati. Atau makna yang dimaksud ialah saling bertaut antara sakit berpisah dengan dunia dan sakit menghadapi akhirat di dalam dirinya.
30. (Kepada Rabbmulah pada hari itu mereka dihalau) atau kepada-Nyalah mereka digiring; hal ini menunjukkan tentang adanya Amil dalam lafal Idzaa. Lengkapnya, apabila nyawa telah sampai di tenggorokan, maka ia akan dihalau menuju kepada keputusan Rabbnya.
31. (Dan ia tidak mau membenarkan) yaitu manusia (dan tidak mau mengerjakan shalat) ia tidak mau mempercayai rasul dan tidak pula mau mendirikan shalat.
32. (Tetapi ia mendustakan) Alquran (dan berpaling) dari iman.
33. (Kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak) dengan langkah-langkah yang sombong.
34. (Kecelakaanlah bagimu) di dalam ungkapan kalimat ini terkandung Iltifat dari Ghaibah, kalimat ini adalah Isim Fi'il, sedangkan huruf Lamnya menunjukkan makna Tabyin, artinya: dia menyerahkan kepadamu apa-apa yang tidak kamu sukai (maka kecelakaanlah bagimu) yakni dia lebih utama untuk diprioritaskan olehmu.
35. (Kemudian kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu) mengukuhkan makna ayat di atas.
36. (Apakah manusia mengira) menduga (bahwa ia akan dibiarkan begitu saja) tanpa dibebani dengan syariat-syariat; janganlah ia menduga seperti itu.
37. (Bukankah dia dahulu) sebelum itu (setetes mani yang ditumpahkan) ke dalam rahim; lafal Yumnaa dapat pula dibaca Tumnaa.
38. (Kemudian adalah) mani itu (menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya) dari air mani itu menjadi manusia (dan menyempurnakannya) melengkapinya dengan anggota-anggota tubuh yang diperlukannya.
39. (Lalu Allah menjadikan daripadanya) dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging (sepasang) dua jenis (laki-laki dan perempuan) terkadang menjadi satu dan terkadang tersendiri.
40. (Bukankah yang berbuat demikian) yang mengerjakan kesemuanya itu (berkuasa pula menghidupkan orang mati?) Nabi menjawab, tentu saja dapat.